Story of Tim Nankatsu Tamsu
Aku punya guru terbaik dalam hidup. Tapi aku gak pernah mau mendengarkan apa omongannya. Padahal sudah jelas sudah banyak yang di latih beliau. Dan jadi orang, aku masih enggak percaya. Tapi begitulah hidup. Harus di syukuri. Proses itu bertumbuh. Makanya selain berusaha kita juga perlu mendekatkan diri sama Tuhan sang pencipta. Melalui orang tua kita. Karena RidhoNYA Allah itu ya Ridho nya orang tua. Kalau kita bisa sukses dan berhasil itu bukan karena usaha kita sendiri. Melainkan satu dari banyak doa orang tua kita terkabulkan. Supaya di bukakan matahati kita. Di bukakan pikiran kita. Di hindarkan dari orang-orang jahat yang pengen mencelakai kita. Aku juga bisa ambil kesimpulan ini setelah uda ngalaminnya. Dan terus belajar dan terus mengasah diri. Ijinkan diri ini menjadi inspirasi tanpa henti. Intinya hidup ini banyak banyak bersyukur. Setelah apa yang uda di lalui. Aku banyak punya kawan kemaren2... Gk ada satupun yang nolong waktu kita terjatuh kemaren. Cukuplah itu di jadikan pelajaran. Mending punya kawan sedikit tapi real. (Tidak fake) Emang orang-orang yang benar-benar peduli sama kita. Cukuplah itu main-main gak jelas. Uda jadikan modal pengalaman dan jaringan. Alhamdulillah setelah melalui berbagai fase dinamika, seperti yang selalu aku bilang. Apa yang kita tanam itu yang kita tuai. Capek-capek aku dulu di museum uang Sumatera Utara sekarang sudah mulai menuaikan hasil. Terlepas dari mana-mana proses perjalanku mengenal mereka. Yang jelas mereka lah yang ada saat aku jatuh. Dan aku berterima kasih. Masih ada yang mau dan peduli. Aku pengen menyebutkan nama-nama mereka tapi ada beberapa dari temanku tidak suka tampil di depan publik. Darinya aku belajar bagaimana menyusun strategi dari balik layar. Di ajarkannya aku berperang tanpa harus bersenjata. Cara berfikirnya sederhana. Tidak banyak menunjukan jadi diri tapi lebih kepada perbuatan. Sama seperti ayahku. Namanya adalah.... Aku tanya dia dulu mau gk dia di sebutin namanya. π€π€£. Nanti di bahas di podcast abg aja ya selengkapnya. Aku yang seorang fighter sejati jadi banyak belajar dari seorang mage atau assasin. Sekali ulti meninggal. Gk sia-sia pokoknya bermain game yang selalu aku mainkan dulu bersama teman-temanku di museum. Belajar menyusun strategi perang. 5 lawan 5 dengan kelebihan dan kekurangan masing2 personel anggota. Kami punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Hendaknya saling menutupi dan saling melengkapi. Bahwa untuk menang dalam perang tidak harus muncul di depan layar. Tapi bisa juga di balik layar. Ala ala the godfathers. Sangat mirip dengan ayahku. Tidak terlalu banyak bicara. Tapi sekali bicara. Langsung punchline. Nah masalahku adalah walaupun aku anak komunikasi dimana notabene harusnya pandai dan jago berkomunikasi. Ibuku selalu bilang "kalau sama bapakmu tekunci mulut kau itu". Gak tau entah kenapa ketika aku berbicara padanya aku gugup. Sosok yang sangat intimidating. Punya karakter,Berkharisma, Elegan,Steady... Kalau kata nyokap. Susah buat di jelasin. Orang kalau uda pengalamannya tinggi dia tau cara buat orang terpesona. Aku terpesona. π€£π€£. Biasa komedi. Biar gak serius kali. Kalau kata bang pandji. Keluarin aja dulu. Tipis-tipis respect. Insting komedinya mulai keluar. #eaaak. Ok lanjut.
Intinya gitu. Secara kajian psikologis seperti itu. Aku kurang paham menjelaskannya. Intinya sosok yang mengintimidasi. Jadi ketika kita mau berbicara kayak gagap gitu kita. Membuat kita susah berfikir jernih. Dan secara tidak langsung kita tidak bisa berfikir seperti biasanya. Makanya beliau selalu mengajarkan untuk terus berfikir. Fokus. Fokus. Fokus. Nanti lanjut lagi ya laper mau sarapan dulu.
Sebenarnya setelah ku perhatian pelan2,dan ku pelajari di balik sikapnya yang dingin beliau sama perhatian sebenarnya. Cuma mungkin aku pribadi kurang peka. Entah kurang peka atau tidak atau mungkin belum di bukakan pintu hidayah gw kurang ngerti. Doi selalu mengirimkan pesan di grub WA keluarga kami. Pesan pesan tersembunyi yang menunjukkan rasa perhatiannya pada kami anak-anaknya. Terutama harapannya padaku sebagai seorang anak laki-laki calon kepala keluarga. Orang tua makin tua makin pengen di mengerti gitu lah bahasa sederhananya. π
ππ. Insting komedi. Lama gw belajar memahami bokap gw sendiri. Di usia 30 tahun men. Gila. At least gw tau kalau sebenarnya doi care and sayang banget sama gw. Cuma gk pengen keliatan aja. Ala ala bokap pada umumnya. Wkwkwk.
Di judul gw kasih dalam kurung dengan tulisan (negeri seribu ketua) masih berkaitan dengan situasi dan kondisi lingkungan pertemanan ku di medan. Yaitu basecamp kami jl. Puri. Bagaimana akhirnya aku mengenal organisasi kepemudaan. Dari komunitas naik level lagi menjadi organisasi. Dimana tingkat kesulitan dan dinamikanya lebih sulit. Dari yang awalnya komunitas bola, awalnya cuma nonton bola, main futsal, hura hura. Pindah ke komunitas yang lebih elegan, kaum akademisi. Kisahku berlanjut dengan organisasi yang di identikkan dengan istilah "Preman" Dan "dunia malam". Sebenarnya ayahku tidak pernah mengajarkan langsung bagaimana berorganisasi atau berpolitik itu juga penting. Aku disclaimer dulu sekali lagi. Saya tidak menyebut nama organisasi kepemudaan manapun. Saya menulis blog ini berdasarkan pengalaman yang saya miliki karena dari lingkungan pertemanan. Agak sensitif topiknya. Tapi biar sama-sama enak kita disclaimer dulu... π€. Biasa wartawan cari aman π€£π€£. Insting jurnalisnya muncul. Padahal cuma wartawan kaleng-kaleng. Wkwkwk. Ok lanjut.... Beliau hanya merekomendasikan. Pengalamanku di organisasi hanyalah sebatas di sekolah sma dulu dan di komunitas. Kalau di sekolah ekskul yang ku ikuti adalah palang merah remaja sma Negeri 1 pematangsiantar dan OSIS. Jabatan di OSIS aku lupa apa. Pokoknya aku mewakili PMR, untuk pemilihan calon ketua OSIS. Itupun setelah uda kelas 2 SMA aku baru ikut PMR. Kelas 1 sma hari-hariku di isi dengan les bahasa Inggris. Dan nge-band. Di SMP atau mts dulu gk ikut organisasi. Kalaupun ku kenal cuma organisasi keagamaan. Sama waktu kuliah juga. Itupun tidak ikut di dalamnya. (Waktu kuliah di umsu maksudnya). Kalau SD ikut pramuka dan paskibra. Kalau SD kan cuma banyakan mainnya dari pada struktur dan dinamikanya. Panjang bridging nya ya kan. Hahaha. Namanya blog. Ok lanjut, beliau hanya merekomendasikan. Karena aku liat secara tidak langsung beliau juga tetap berorganisasi. Fkppi organisasi kepemudaaan yang dia ikuti. Dan partai Gerindra Parpol nya. Dan itu cukup merekomendasikan dan meyakinkan ku ternyata berorganisasi itu bagus kok. Ada baiknya juga. Dulunya yang aku sangat anti dan alergi dengan kata-kata Ormas. Pelan-pelan sudut pandang ku mulai berubah. Perkenalan ku dengan Ormas pun sebenarnya secara tidak sengaja. Karena aku sering nongkrong di cafe yang sering aku tongkrongi. Gimana kalimatnya itu... Hahahaha... Semoga kalian ngerti lah ya. Medan kali abang ferdo bahasanya. Wkwkwk. Persona-persona. Ingat. Ok lanjut..... Terpesona.... Aku.... Terpesona.... Hahhahaa... Punchline lagi. Masih aja. Gimana lah ya. Insting komedi ku bergetar. Kalau gk ku keluarkan nanti jadi penyakit dia. Maafkan ππ. π€£. Ingat selalu... Keluarin aja dulu. Tipis tipis respect.... Boleh laah. Ok lanjut. Berawal dari si pemilik kafe. Sebenarnya dia gak sendiri. Dia memulai bisnis coffee shop nya bersama 3 atau 4 temannya.
(Aku lupa detailnya berapa) Kalau aku tidak salah. Pribadi yang humble. Aku banyak belajar juga sama beliau. Kalau di liat dari tampangnya sama sekali kita gak yakin kalo doi. Preman. Lebih ke bisnisman. Tapi kalau uda marah... Woh... Jangan silap. Kek gitulah medan. Keras bung. π€£π€£. T**co t*mb*ng. Eh kok sebut merek..... Wkwkwk. Motoko medan. Motoko we. Banyak lah. Kita plesetin aja. Kek pl*sbola. π€π. Dia menjalankan bisnis dengan beberapa temannya. Selain berbisnis. Dia berorganisasi juga. Sama seperti yang aku lakukan. Bekerja dulunya di PT. Plat merah. Gak usah sebut merek lah. Uda pada tau pasti. Kalau gak tau kelewatan. Aku berbisnis dan berkomunitas. Nah ini naik level lagi. Sudah sempat bergabung. Sebenarnya sasaranku adalah KNPI Medan kota. Karena emang aku dekat dengan ketuannya. Abangda kami ricky sikumbang. Halo wa... Awak sebut merek gak papa ya WA. π€. Berdasarkan informasi yang aku Terima dari seorang teman yang mengenalnya juga. Beliau juga berorganisasi di kampusnya. Yaitu fisip usu. Dari situ mulai terpesona. Hahaa puncline lagi(callback). Dimana aku dulu pernah bermimpi bisa kuliah di kampus dan jurusan tersebut. Tapi apa daya rejekinya belum sampek sana. Aku semakin mengidolakannya. Karena begitu mengenal sosok beliau yang humble dan sederhana. Malah makin nge-fans. Bahkan saking nge-fansnya beliau aku ajak interview. Dan aku bikin konten. Terima kasih bg ricky. Jadi untuk yang lain... Belum sempat aku interview. Layakkan diri kalian. Sosok menginspirasi gak. Kalau enggak. Maaf maaf ni. Hahaha. Sombong amat. Boleh lah ya. Biar gk di sepelekan kali. Tembakanku sebenernya knpi. Begitu aku mau bergabung knpi juga buat acara. Di hotel santika. Buat aku makin semangat. Tapi apa daya. Entah cinta bertepuk sebelah tangan. Atau memang rejekiku belum sampai disana. Seiring dengan berjalannya waktu. Entah mungkin karena emang belum jodoh. Pada akhirnya belum bisa bersama. Karena apa alasannya, Aku juga belum tau. Atau aku emang di takdirkan begini. Jadi Seniman,Jurnalis, marketing, bisnisman. Aku juga gak terlalu paham. Aku malah masuk Ormas lain. Dengan alasan aku keturunan tentara bla bla bla. Yang sebenarnya bukan keinginanku sendiri. Karena rekomendasi abang kami. Masuklah aku kesitu. Ku ikuti. Rekam jejak dan track recordnya. Hasil yang ku dapat hanyalah, Seorang ketua yang cuma "cari panggung". Pengen di anggap ketua. That.. Its. Maaf aku harus jujur. Karena tulisan ini menyangkut kredibilitasku sebagai mahasiswa yang dulu pernah belajar kode etik jurnalistik. Dan aku harus mempertanggungjawabkan apa yang aku tulis. Dan kami di jurnalis wajib menyampaikan fakta. Kalau kurang suka silahkan di konfirmasi langsung. Emang situ aja yang punya back up. Aku pun punya. Anggar2 deking aku pun bisa. Keluar bataknya kan. Medan medan. Hahaha. Dari tulisan lawak lawak jadi agak serius. Ini berkaitan dengan negeri seribu ketua. Dimana jabatan dan pemangku jabatan sangat di perlukan disini. Gak tau entah kenapa. Walau tiada masuk akal pikiran logikaku. Tapi ya sudah lah paling enggak ada bahan tulisanku. Hidup ini emang perlu ekstrem sekali-sekali. Perlu main di batasan-batasan tertentu. Jangan cari aman aja. Itu gak seru. Haha.
Jujur aku kecewa,tapi ya sudah. Darinya aku belajar jangan sekali-sekali menyepelekan orang lain. Jangan menilai orang hanya dari sudut pandang tertentu. Kita gak tau sama siapa kita bicarakan. You know my Name, Not mystory. Bahkan yang lebih aku ngakak lagi. Ada 1 orang wkwkwk. Saking gilanya sama jabatan dan pengen kali di anggap ketua. Dia sampek dirikan komunitas. Hahaha gelik kali aku dengernya. Maaf bukan aku sepele ni. Kita punya penilaian masing-masing. Aku gak sebut merek. Tapi ada orang model macam begitu. Padahal sarjananya. Entah asli entah bukan sarjananya gk ngerti jugalah awak. Kawan-kawan bang ricky dan bang dika lah itu wkwkwk. Tapi ya gitulah mungkin aku kurang dekat mengenal beliau. Aku tetap respect. Cuma gelik aja. Wkwkwk kok ada model orang kek gitu. Terheran-heran.
Sangking kompaknya okp, ormas dan organisasi kepemudaan yang ada di kecamatan medan kota. Mereka sering melakukan pertemuan. Dan membuat acara bersama demi terjalinnya silaturahmi yang ada di kecamatan medan kota.(kalau aku walikotanya uda ku kasih penghargaan Itu).Itu semua tidak terlepas dari wibawa dan kecakapan abangda kami yang 1 itu. Di bawah naungannya, ormas-ormas dan okp, plus 1 komunitas yang "menggelikkan" Itu ada dan ikut bersilaturahmi dalam perkumpulan ormas-ormas dalam lingkaran pusaran mereka. Aku lagi belajar komedi. Jadi harus berani belajar menyampaikan pendapat dan fakta. Insting komedi. Mengkritik lewat karya. Mungkin kurang pas wadah yang aku buat gak papa. Aku mulai aja dulu. Namanya belajar. Kalau uda ahli ngapain lagi aku belajar. Uda pasti pandailah. #mulaiajadulu. #fisippride #abangdakami
Pandemi banyak mengajarkanku banyak hal. Mulai dari mensyukuri hidup, aku wisuda, akhirnya setelah 10 tahun merantau di medan. Aku jadi banyak belajar, nulis, baca, nonton youtube bukan cuma yang lucu-lucunya aja. Dan juga dengerin podcast. Kalau kita niat kita pasti bisa. Aku jadi lebih mensyukuri hidup. Dekat sama orang tua. Banyak hal-hal yang ku dapat selain uang. Yaitu kebahagian. Jim carrey pernah bilang "I think everybody should get rich and famous and do everything they ever dreamed of so they can see that it's not the answer". Yang ingin coba ia sampaikan adalah menurut pandanganku, rumus kebahagian itu bukan kekayaan dan jadi terkenal, dan melakukan apapun yang menjadi impian kita itu bukan kebahagian. Loise ck, chris Rock dan masih banyak lagi comedian, comedian ternama yang lagi aku pelajari. Keren gk gw gais.. Haha π€π
Senin, 15 februari 2021
Sekitar pukul 0.51
Aku sampai di warkop depan rumah uwak. Yang alhamdulillahnya buka sampai pagi. (24 jam)Dan alhamdulillahnya ada wifi juga jadi aku bisa betah sampai pagi disini. Ya namanya juga pengacara kan alias pengangguran banyak acara. Rencana awalnya aku pengen reonian sekalian silaturahmi, pengen take podcast juga awalnya bahas dan mengenang masa lalu. Tapi batal karena tempatnya terlalu ramai. Dan planning awal kami ketemu itu ngobrol berempat bersama 3 orang sahabat kecilku. Hadi surya tirta rahmad gunawan. Namanya panjang. Sesuai dengan story perjalanan kami. Aku kenal dia duluan di bandingkan dengan 2 orang lainnya. Mereka ber3 punya story masing-masing dalam hidupku. Kalau sama yang 1 ini. Kenapa tadi aku bilang paling duluan berkenalan dengannya, waktu aku SD kelas 1 di SD alzhar pintu air simalingkar. Jadi dulu ceritanya, aku kan lahir di jakarta. Tk disana, tk nol kecil atau tk a anak sekarang bilangnya. Nah pindah ke medan tk b, tk nya di jalan bromo gg. Silaturahim. Aku sempat sekolah di SD. Mamiyai 1 tahun. Karena dulu orang tuaku belum tau sekolah yang bagus di kota medan dimana. Dari pada gak sekolah ya aku di sekolah ini aja dulu di SD mamiyai. Itu sebabnya aku kenal bg didi dan ketemu lagi pas sudah di xxx di komunitas bola bolaku itu dulu. Itu cerita yang berbeda. Nanti kita cerita tentang itu di episode blog lainnya. Aku kenal tirta dari SD al-azhar medan kami sekelas sampai aku kelas 2,naik kelas 3 tirta pindah ke tamat asuhan pematangsiantar kalau aku tidak salah.Karena orang tuanya kerja di perkebunan. Walau ada rumah mereka di medan ini supaya dekat kali ya di rumah dinas mereka di bah butong.(Arah Sidamanik). Kami berpisah 1 tahun aja. Dia pindah duluan ke siantar. Tahun depannya aku nyusul ke taman asuhan. Mungkin informasi yang di dapat ayahku dari orang tua tirta yang bertanya - tanya. Aku juga gak tau. Karena orang tuaku juga hoby ngobrol dan ketemu orang-orang baru atau apalah aku gak tau juga. Atau memang takdir nasib kami bertemu kembali aku juga gak tau. Gak heran anaknya aktif gini kan gais. ππ. Soalnya bokap gw sering complain katanya doi gw gak ada mirip-miripnya sama gw. Gw mirip-miripin aja. π
π€. Mau kemana arah tulisan ini. Hahaha. Ok lanjut maklum imajinasiku terlalu liar. Jadi mau gak mau harus di tuangkan.
Hari pertamaku di taman asuhan aku bertemu pertama kali dengan orang tua khibran. Salah satu dokter ternama di kampung kami. Anak keturunan Cina pertama yang aku kenal. π
. Mama nya keturunan Tionghoa kalo gak salah. Maaf ya tante hehe, bridging aja ini tante menjelaskan cerita selanjutnya maapin yak π. Kalau bapaknya aku kurang paham, sukunya dari mana. Kita masuk ke temanku yang ke 2 yaitu : Muhammad fariz khibran. Atau m fariz khibran, kalau dari badge nama SD seragam sekolah yang kami selalu kenakan jaman sekolah. Mungkin biar gak di bully kali ya makanya namanya doi ada m nya gw kurang ngerti juga. Karena pada jaman kami lahir itu pembullyan terhadap etnis Tionghoa sangat gencar-gencarnya. 11 12 sama cerita ernest prakasa di film "Ngenes" 2015. Kita masuk ke temanku yang paling akhir. Orang yang mungkin paling panjang ceritanya di episode blog ini. Gw paling dekat sama ini orang. Gw bisa ngerasain hidup jadi anak orang kaya ya karena dia ini. Orang paling berjasa. Yang mengenalkan gw dengan dunia bola. Dia yang pertama kali ngasih jersey parma buffon. Yang uda pernah gw ceritain di episode blog sebelumnya. Luar dalamnya gw paham. Kalau sama yang 2 tadi dekat tapi gk sedekat sama ini orang. Briggingnya aja uda keliatanπ
. Dia adalah Olga Pardamean Nasution. Lahir di sibolga, 3 Juli 1992. Sampai tanggal lahirnya aja gw hapal. Mantannya brapa banyak. Ngapain aja dulu jaman kuliah di kedokteran π
π
. Nah disinilah cerita kami di mulai.....
Tim Nankatsu Tamsu (Taman Asuhan)
Kami ada grub WA khusus ber4. Grub itu inisiatif aku untuk mengumpulkan lagi kawan-kawan lama teman-teman masa kecilku, dimana pada masa itu kita kembali sekitar tahun Sebenernya ada 7 orang lainnya. Tapi kita cerita yang berempat ini dulu. Kenapa namanya bisa jadi tim nankatsu tamsu mungkin nanti gw cerita di podcast. Waktu SD di al-azhar dulu tidak terlalu banyak memory yang aku ingat. Karena pada waktu itu, tepatnya tahun 1997an lah paling (gw lahir 1991) itungan kasar aja. Gw pergi sekolah dari jl. Mamiyai bromo menggunakan bus antar jemput sekolah yang di bayar perbulan. Aku dan bella harus bangun lebih pagi karena masa itu sekolah kami cukup jauh. Berada di jalan pintu air simalingkar a. (Yang orang medan pasti tau). Karena orang tuaku masa itu juga super sibuk. Papa di siantar jalanin usaha truck ikannya. Seminggu sekali balik ke medan. Bisa di bayangin dulu perjalanan medan-siantar belum ada tol. Wih... Gak kebayang, hanya demi menjaga keharmonisan rumah tangga mereka. Aku lupa entah sudah di siantar atau masih di jakarta. Karena aku masih terlalu kecil pada saat itu. Yang aku tau ibuku seorang pekerja di salah satu BUMN di Indonesia. And i'm so proud being big family of that company. Terima kasih garuda Indonesia. #YNWA. Mungkin aku uda cerita alasan kenapa aku cinta sama perusahaan tersebut, di episode blog sebelumnya. Jadi waktunya tidak terlalu banyak untuk memperhatikan kami ber2 kalau itu. Karena memang sekolah kami juga bukan dengan biaya yang murah bisa sekolah di sana. Salah satu sekolah favorite di kota medan pada jamannya. Aku bersekolah disana kesan pertama yang terlintas di benakku adalah. "Luas banget ni sekolah uda kayak kampus negeri" Gak beda jauh sama USU luasnya. Itu namanya pikiran anak SD. Aku kenal tirta anak yang lucu. Dengan ala ala Jawa nya π€. Kerja kami anak SD ya paling main guli, jajan. Lari-larian pas olahraga. Sampai akhirnya pindah ke tamsu, ketemu khibran dan di kelas aku pindah ke tamsu pas naik kelas 4. Hari pertamaku di sekolah lebih tepatnya kelas 4b, ada 2 orang lagi murid baru. Yaitu dicky dan nurul. Aku masih sangat jelas di benakku memory ketika kami berdiri di kelas di perkenalkan sebagai murid baru. Bahkan aku masih ingat nama wali kelas kami. Yaitu ibu siburian. Istri dari Pak gultom yang ngajar di kelas 2b kalau gk salah. Oh ya selain ngajar di sekolah pak gultom adalah guru private dari si olga. Aku sering ketemu beliau waktu dulu sering nginep main ke rumah olga. Jadi ada memory khusus untuk guruku yang 1 itu. Berlanjut hari hariku di bersekolah di taman asuhan ya layaknya anak SD pada umumnya. Setiap pagi banyak bus-bus dari luar kota yang membawa anak-anak perkebunan bersekolah di kota kami. Beberapa di antaranya adalah dari aek nauli, bahbutong, dan lain sebagainya. Makanya chemistry ku dekat dengan museum perkebunan. Nah bus tersebut cukup banyak menampung penumpang karena yang menaiki bus perkebunan tersebut bukan hanya dari sekolah kami saja. Termasuk lah anak-anak perkebunan yang lainnya yang sudah beranjak sma. Ada yang di sma negeri ada pula yang di sma swasta. Pada masa itu sekolah swasta paling favorite di kampung kami adalah Sekolah sultan Agung. Yang pada masa itu masih di dominasi dengan anak-anak keturunan etnis Tionghoa. Hanya beberapa saja yang dari kalangan pribumi. Tapi dewasa ini sepertinya sudah di dominasi anak pribumi karena memang sudah terlalu terkenal lah sekolah itu dengan sebutan sekolah "anak orang kaya". Kaum elit di kampung kami. Nongkrong nya aja di "Dipo" Alias jalan diponegoro kota pematangsiantar. Dulu itu tongkrongan hits anak muda kaum elit. Sekarang sudah bercampur baur bertaburan entah kemana2, karena uda banyak bar, karoke, cafe-cafe hits disana sudah bercampur baur. Atau mungkin masih ada yang tempat ngumpul nya cuma aku yang gk tau aja. Karena emang sudah 10 tahun aku tinggalkan kampung halaman ku itu. Semenjak tamat SMA tahun 2010 aku merantau.
Pelajaran favorite kami adalah penjaskes. Guru kebanggan kami bapak.Suwardi atlit binaraga kebanggaan siantar. Haha.. Halo pak apa kabar? Sesuai briggingnya badan beliau atletis pada jamannya. Bisa di bayangin betapa seramnya guru olahraga gw jaman SD. Atlit binaraga. Kami manggilnya dengan sebutan "ade ray siantar" Cuma bedanya karena beliau pengajar lebih rapi tidak gondrong seperti ade ray asli.Kenapa namanya tim nankatsu jaman itu kerja kami setiap olahraga pengennya main bola aja. Karena di tamsu itu lapangan bolanya luas. Pada masa itu anak SD lebih dominan main bola, anak SMP lebih ke basket. Kami main basket juga cuma sering di kuasai anak SMP. Karena memang pada masa itu image anak basket atau mungkin sampai sekarang ya... Lapangan selalu di kuasai mereka. Namanya abang2 ya kami adekan dapat sisanya. Tapi itupun tidak mengucilkan kesenangan kami bermain bola. Oh ya di taman asuhan cuma ada SD dan SMP aja. Sma nya belum ada sampek sekarang yang aku tau. Nah posisi di tim aslinya ada gelandang serang. Cuma sering di pake jadi back karena memang badanku yang tinggi besar. Aku jadi captain juga ada ceritanya. Posisi aku kan anak baru nih. Di tim. Aku bisa jadi kapten juga proses gak langsung jadi kapten. Walau badanku besar. Nah yang paling ku ingat di SD. Kalau gak salah ada anak baru juga namanya tommy. Aku lupa nama panjangnya. Yang jelas dia dulu pernah sekolah di situ juga terus pindah beberapa tahun balik lagi. Gitu lah aku lupa. Dia jadi ketua kelas aku jadi wakilnya. Gaya keren, mata cipit, putih lah idola cewek-cewek makanya bisa terpilih jadi ketua kelas. Aku bisa terpilih jadi wakil karena di tunjuk alias di "jorokin" Sama si khibran,tirta dan olga. Bahkan ni ya tim kami juga di bagi menjadi 2 di dalam kelas tersebut. Nankatsu A dan nankatsu b. Jadi pak suwardi dulu menunjuk aku dan Tomi buat maju ke depan dan memilih 10 pemain yang menjadi tim ku. Untuk bertandingan dengan timnya Tomi. Sistem pemilihannya cukup unik. Jadi kami di suruh memilih satu persatu teman kami. Aku tidak terlalu ingat yang jelas pilihan pertamaku adalah tirta dan khibran. Sedangkan olga di tim nya Tomi. Karena emang aku kenal tirta aku dan sempat tau kalau dia sering bawa bola ke sekolah dan kami bermain bola di al-azhar dulu. Terus aku pilih khibran karena dia dekat dengan tirta dan tirta bilang "pilih khibran aja do".Jadi kalau di film godfather, tirta mafia nya aku mainannya. Gitu dulu. Ciri khas yang aku masih paling ingat sampai sekarang adalah dia susah ngomong 'R' π. Aku juga dulu gak keren2 kali masih cupu badan aja yang gede. Otak sengklek uda dari SD. Modalku dulu pemberani aja alias pede. Maju aja dulu. Uda keliatan bataknya dari kecilπ, nekad. Maju aja dulu masalah menang kalah belakangan. Detail pemainnya aku lupa. Si kembar azwan dan azwin kalau tidak salah. Posisi mereka sayap kanan dan kiri. Sangat mirip bukan dengan yang kartun aslinya. π
Timnya Tomi itu yang aku ingat ada olga, dipa,dadan dan sarmedi kalau gk salah. Singkat cerita setelah pemilihan tim selesai kami latihan dan bertanding. Aku lupa final score pada masa itu, yang jelas kami bermain dengan bahagia. Seingatku walau kami semua 1 kelas, tetap ada gap atau gang. Pada masa itu. Karena sudah menjadi 2 tim kelompok yang setiap kami berolah raga sudah di bagi timnya. Masing2 leader menanggungjawabi anggota masing2. Bahkan aku masih ingat setiap ribut di kelas masih pake sistem catat nama. Tomi yang menjadi ketua kelas tidak terlalu aktif. Malah aku yang sering jadi panutan karena jadi pembeda. Aktif di kelas. yang kenal gw atau pernah sekelas sma gw tau banget. Walaupun gak pinter-pinter banget modal gw berani. Di bilang pede waktu itu sih enggak juga masih sering beselemaan juga kalau becakap. Tapi ya itu tadi namanya masih SD liat anak SD ada yang aktif di kelas guru seneng donk sama gw ya gak. Mungkin kalau ada guru gw yang baca ini blog pasti senyum2 sendiri. Gak habis pikir tingkah gw bisa kaya gini. Oh selain penjaskes pelajaran favorite ku pribadi adalah bahasa Inggris. Aku cukup bangga dengan prestasi ku yang 1 ini. Alhamdulillah sampai sekarang kepake ilmunya. Bahkan dari jaman gw di al-azhar dulu. Gw masih inget kenapa gw bisa suka banget tu pelajaran. Mungkin uda gw pernah bilang juga di blog gw sebelumnya. Karena guru cantik dan masih muda pada saat itu. Cinlok pertama gw sama guru, buat cari perhatian dia. Gilak ferdo gak heran sekarang tingkahnya begitu sama cewek. Wkwk. Berangkat dari itu gw sungguh-sungguh belajar biar dapat perhatian doi. Dan alhasil gw dapat dan di notice sebagai murid yang pandai di kelas. Dan mungkin emang bakat gw di situ kali ya. Atau atas usaha yang keras cowok rela ngelakuin apa aja demi dapat perhatian orang yang mereka sukai. Gw gak tau juga. Berlanjut di sekolah kegiatanku yang paling menyenangkan lainnya selain jam istirahat adalah setiap jumat dan sabtu kami menggunakan seragam pramuka. Sabtu lebih tepatnya kegiatan paling menyenangkan dulu. Praja muda karana. Ekskul pertamaku di sekolah yang pernah aku kenal. Jadi kami dulu di bagi menjadi beberapa kelompok. Anggotanya terdiri dari anak laki-laki dan anak perempuan. Seingatku kami kelompok kancil kalau aku tidak salah ingat. Aku satu kelompok dengan dinda dan wiedo, anak dari kelas 6a (kelas sebelah). Ketua nya aku lupa namanya. Yang aku ingat dia adalah murid terpintar di stambuk angkatan kami. Kalau kami menjulukinya dengan istilah "cipit ireng" . Kalau gak salah doi keturunan Jawa Tionghoa. Cuma "ireng" Tidak seputih pada umumnya. Bisa di bilang kelompok kami adalah salah satu kelompok terkeren di pramuka. Bukan karena gw. Tapi karena doi dan dinda yang merupakan idola di kelas kami. Selain cantik dia juga pinter. Walau dulu belum berhijab seperti sekarang. Bahkan aku masih ingat jelas kalau kami dulu 1 kelompok kebersihan dengan khibran sebagai ketuanya. Sekarang uda jadi bini orang dan abangnya doi temen gw. Senior di komunitas. Jadi kita skip aja pembahasan tentang dinda. Gw tau apa yang kalian pikirkan. π€£ btw gw respect sama loe din. Selain abg loe temen gw emang dari dulu gw gak pernah pede deketin doi, secara gw siapa dulu waktu SD. Masih cupu. Anak Sultan juga bukan. Dan keluarga kami cukup akrab karena ayahnya dinda dan ayahku 1 organisasi. Katanya sih gitu. Gw juga baru tau waktu menghadiri pesta bang damanik. Secara gak sengaja gw ketemu bokap disana. Intinya idola deh. Mudah2an laki nye kagak baca ini blog. π€£. Soalnya gw kenal dan respect sama doi. Dan gw yakin doi juga ngerti karena dia pasti punya idola masa kecil. Ya bro ππ. Piss ✌. Sebenernya masih banyak kali cerita menarik tentang SD gw. Nanti kalian akan di perkenalkan dengan karakter hyuga dalam cerpenku ini. Haha siapa kah dia?
Singkat cerita ketika kami kelas 5 sd, sedang merayakan hari kemerdekaan negera republika Indonesia. Tradisi kami di sekolah setelah upacara diadakan lomba-lomba antar kelas, sebagai perwujudan mengenang para pahlawan. Semangat perjuangan para pahlawan-pahlawan bangsa. Mungkin sekolah kalian juga pasti mengadakan lomba juga seperti sekolah kami.
Banyak lomba yang kelas kami ikuti, tapi yang paling berkesan dan masih ada di memory gw adalah pertandingan bola anak kelas 5a dan B dan kelas 6. Jadi berhubungan karena keterbatasan panitia lomba dan agar tidak terlalu makan banyak waktu juga. Lagian anak SD main bola buat seru-seruan kan. Anak kelas 1-4 itu lomba yang lebih sederhana seperti lomba makan kerupuk dan balap karung. Nah kami yang kelas 5 dan 6 bermain bola. Kalau basket uda pasti di bajak anak SMP.
Singkat cerita bertandinglah kami melawan tim 5a. Dimana yang menjadi rival kami. Disinilah aku pertama kali mengenal karakter "hyuga" versi novel ku. Namanya irwin. (Sebut nama aja lah ya wak biar terkenal kau haha). Kawan awak juga soalnya. ππ. Sekarang uda jadi temen akrab kan uda gede juga. Waktu kecil kami rival. Padahal uda gede sama2 fans ipul #YNWA . Waktu kecil kau nyebelin kali win sumpah. Badan kecil, ganteng idola cewek-cewek,kalau dia uda giring bola menjerit semua cewek-cewek tamsu itu. (Termasuk inceran awak) π€. Jadi wajar kan kalau kami para adam yang lain pada cemburu. Bisa kalian bayangkan lah dia dulu kecil gimana syiriknya aku samamu win. ππ€π€.
Di tahun pertama kami ketemu timku kalah melawan tim irwin. Aku lupa detail scorenya yang jelas tidak terlalu telak. Karena squad kami sebenarnya cukup mumpuni. Di tim kami ada GK wakabayashi gk bertopi "Khibran" Di CB aku lupa, mungkin nanti kawan2 tamsu bisa nambahin. Di sayap ada kembar tachibana azwan-azwin. (Uda jadi brimob sekarang) halo bro π€ͺ. Di gelandang bertahan ada bowo. Gelandang serang aku. Di striker ada olga di WF kiri,tirta WF kanan dan di CF ada pradita. Di tahun itu kami kalah dengan membawa dendam di tahun depan kami harus jadi juaranya. Karena uda kelas 6 juga kan.
Singkat cerita semenjak kekalahan menyakitkan itu suasana di ruangan kelas. (Karena gak punya locker room) menjadi hening. Kami seperti kehilangan kepercayaan diri. Atau memang kami terlalu pede sehingga menyepelekan lawan. Karena kami merasa sebelum pertandingan juga uda sering ketemu mereka jika ada kesempatan bertanding kami selalu bertanding. Ketika jam pelajaran kosong atau pulang sekolah. Masa itu memang kami manfaatkan sekali fasilitas sekolah kami yang 1 itu. Terima kasih taman asuhan sudah berbagi cerita dengan kami. Dan memberikan memory memory indah. 2 bulan kami uring-uringan yang biasanya selalu membawa bola ke sekolah jadi seperti enggan rasanya. Melihat bola saja aku pribadi malas. Apa lagi harus bawa bola ke sekolah. Terutama batin ku pribadi sebagai seorang kapten. Melihat teman-temanku uring-uringan dan tidak ceria, insting captainku bergetar. Seperti biasa aku alihkan dengan mengajak mereka melakukan hal-hal menantang lainnya. Seperti pergi ke kebun binatang siantar, berenang di detis sari indah pematang. Adalah spot favorite kami kalau itu, hampir setiap weekend kami berenang.
Masa kecil kami terutama aku, dimana orang tuaku seperti yang kalian tau "Divorce" Setiap weekend aku sering menginap di rumah olga. Nah balik ke cerita pembagian tim di kelas tadi kami kan ada 2 genk tu cowok-cowok kan. Gank ferdo dan gank Tomi. Olga ini kan termasuk gangnya Tomi. Di mana kompaknya di itu ada dadan, sarmedi dan dipa.
Aku bisa akrab sama olga ya karena bodor aja kali anaknya. Namanya juga anak orang susah. Di kampung ya kan. Punya temen orang kaya ya di deketinlah. Secara di traktir, segala macem. Belum lagi sering bawa mainan ke sekolah jamannya tamiya, bayblade macam lah itu uda jadi bagian kami di setiap musimnya. Dari sini lah jalan aku bisa bersahabat karib dengan kawanku yang satu ini. Olga pardamean nasution. Dan tentunya akrab juga dengan temen ganknya yaitu dadan, sarmedi, dipa. Sama khibran dan tirta akrab juga cuma rumahnya tirta kan jauh tuh di bahbutong aku pribadi belum sempat nginep di rumah tirta. Aku lupa kenapa. Kalau rumah khibran mau lah sekali-sekali karena emang rumahnya juga gak jauh dari rumahku. Disitu lah pertama kali aku kenal dekat dengan keluarganya. Yaitu ibu bapaknya terutama adek-adek ceweknya ira, naya dan dipa. Cantik2 cuy adeknya. Uda keliatan lah dari SD. Bibit idola jaman sekolah. Adik tirta juga cantik sih. Aku juga sempat main ke rumah tirta yang di medan. Daerah setiabudi. Akrab lagi pas baru-baru tamat SMA. Masa intensif ujian test masuk universitas negeri. Nanti aku cerita masa sma gw itu di blog selanjutnya.
Singkat cerita kami pun naik ke kelas 6. Nah di kelas 6 ini, lebih tepatnya 3 bulan sebelum perayaan 17an. Kami rutin latihan. Dan bahkan latih tanding dengan sekolah lain. Jadi bagian cerita kebandalan kami waktu SD juga. Udah pasti taruhan sama sekolah lain. Macam lah itu. Di cerita selanjutnya nanti mungkin menceritakan persiapan kami menuju tournament 17an. Melawan tim 6a.
Cerita berlanjut ketika aku dan teman-teman main ke rumah khibran. Banyak cerita dan memory manis dan pait kalau di rumah kawanku yang satu itu. π kalau aku ceritakan bisa gak selesai selesai ini novel. Atau mungkin nanti di blog yang selanjutnya. Blog ini juga sebenar masih jauh dari kata sempurna. Karena aku mencoba untuk menulis detail hari-hariku sebelum berangkat ke ibu kota. Weekly blog. Nah cerita ini juga gak sengaja jadi terulang memory awak. Dan manis rasa jika di ruang ke dalam blog ku ini. Mulai aja dulu ya kan. At least gw belajar. Intinya konsisten aja dulu, temukan kenikmatan dalam menulis. Karena gak banyak orang yang punya kesempatan untuk bikin karya. Aku juga gak tau entah tetap bisa produktif nulis apa enggak nanti kalau uda pindah tapi yang jelas. Aku selalu berusaha untuk tetap produktif. Meski di tengah pandemi dan penggangguran juga,ππ.
Singkat cerita tiba lah saat hari tournament tiba.....
Kami upacara seperti biasa. Namun suasana di barisan kelasku agak beda hari ini. Biasanya kami ceria ketika akan mengikuti upacara bendera(layaknya anak SD lainnya). Namun hari ini hari yang berbeda. Kami punya misi hari ini. Dengan membawa luka lama dan modal pengalaman kekalahan yang menyakitkan, kami berdamai. Dengan tenang ku pimpin barisan kami. Dan aku selalu mengingatkan kawan-kawan untuk tetap tenang dan jangan terpancing emosi. Ingat gais... "Bola adalah teman". ππ€π€£. Bercanda ya gais. Biar gak serius kali. Ingat insting komedi.
Di hari tournament tersebut ada kejadian yang cukup unik. Yang memory ku sampai membekas hingga saat ini. Yaitu tragedi " Bola hanyut" Di sungai bah bolon. Nah buat yang gak tau sedikit gw jelasin. Jadi di sekolah kami itu kan cukup luas ya gais. Lapangan bolanya ada di belakang.
Sebelum pertandingan kami di mulai... Anak kelas 5 bertanding terlebih dahulu. Namun ada insiden bola hanyut. Yang tidak sengaja tertendang keluar lapangan. Sontak aku dan teman-teman kelasku bergegas. Sebenernya kejadiannya tidak terlalu seru. Tapi karena posisinya kami masih SD, dan pada saat itu namanya masih anak kelas 6 SD. Dan sekolah kami cukup tertutup dengan orang asing yang ada di sekitar sekolah. Untuk beberapa kalinya kami bertualang di sekitar sekolah. Pada masa itu kami tidak terlalu sering keluar pagar sekolah. Jajan aja di kantin sekolah. Tidak di perbolehkan jajan di luar sekolah. (Tidak seperti sekolah pada umumnya). Nah pas uda pulang sekolah baru lah kami di perbolehkan jajan keluar. Karena sudah di luar tanggung jawab sekolah. Untuk pertama kalinya guruku yang galak itu "Pak Suwardi" Mengizinkan kami keluar sekolah dan mengejar bola yang hanyut itu. Hampir 1 tim kami ikut turun semua untuk mengejar bola hanyut tersebut. Sedang tim anak 6a yang sombong itu hanya melihat kami sembari di temanin dayang-dayang dari sekolah kami. Dengan tatapan angkuhnya irwin hanya menatap. (Ini hyperbola ya gais) biar seru aja win... Haha imajinasi ku liar. 1 yang ku banggakan dari timku adalah mereka melepaskan atribut "anak orang kaya"mereka dan turun ke sungai dan berkotor-kotor ria. Berani kotor itu baik. Satu hal yang ku ingat itu seperti latihan fisik kami sebelum bertanding. Entah apa yang Tuhan persiapkan waktu itu. Yang jelas kami hanya menjalankan instruksi aa yang di berikan pelatih kami itu. Berhubung uda magrib nanti kita lanjut lagi gais.
Cukup lama kami mengejar bola tersebut... Hingga saatnya bola itu dapat dan kami pun kembali ke sekolah dengan kondisi cukup bugar karena sudah selesai latihan fisik. Kami pun maju dalam pertandingan dengan perasaan optimis. Layaknya pertandingan resmi kami pun memasuki lapangan layaknya pemain bola ketika mengikuti tournament. Di iringi dengan lagu kebangsaan.Briffing terakhirku pada mereka ketika sesaat sebelum mulai pertandingan kami berkumpul berkeliling sembari merangkul bahu satu sama lain. "Mari kita berdoa menurut agama dan kepercayaan masing" Bisikku pada mereka. "Apapun yang terjadi bermainlah dengan penuh semangat di hati". Itu lah kata terakhir sebelum pertandingan.
Singkat cerita kami menang dalam pertandingan itu. Proses pertandingan detailnya aku lupa. Dan kami berhasil menjadi juara di musim terakhirku di SD tersebut. Karena aku, dan olga tidak melanjutkan sekolah di SMP taman asuhan. Hanya tirta, khibran dan irwin yang melanjutkan bersekolah disana. Seingatku dan sepengelihatanku di SMP mereka menjadi akrab dan tak menjadi rival lagi. Kami pun melanjutkan hidup kami masing-masing di kota yang terpisah di Sumatera Utara. Aku di medan dan olga di rantauprapat. Kami bertemu kembali setelah tamat SMA. Itu pun masih tetap berhubungan melalui Facebook. Orang yang pertama ku jumpai adalah tirta. Kami bertemu setelah bertahun-tahun lamanya tidak bertemu. Tongkrongan kami pada saat itu adalah mcd Ringroad. Disana lah aku banyak kenal kawan-kawan SMP taman asuhan + agenk mandala rapper hip-hop medan dan menjadi teman pertama ku di medan bersama rizky ibrizi afif. (bersambung di blog selanjutnya)
Biasanya aku pesan kopi atau sanger. Tapi malam ini beda. Aku pengen sesuatu yang baru. Agar hidup ini gak monoton. Sambil cari inspirasi baru. Biar otak fresh. Lagian aku uda pesan sanger juga tadi 2 cangkir pas ketemu sama mereka. Oh iya kenapa aku gak banyak bercerita di youtube juga sebenernya kalau di tanya di dalam hatiku sebenernya. Aku belum terlalu pede ngomong depan kamera. Aku masih trauma. Cuma banyak yang gak tau kan. Begitu besar trauma mendalam ku dampak bullyan yang aku Terima dari support system yang tidak mendukung. Tapi aku bertahan. Dan meyakinkan diri bahwa ini adalah jalan ninjaku. π₯π₯ semangat menolak menyerah. Senang bisa berbagi dengan kalian para csfriends ku.
Ok kita lanjut ke cerita nankatsu kita tadi yang belum selesai ya. Intermezzo aja tadi. Dikit. Sayang ada premis harus di manfaatkan. Aku tukang lupa soalnya makanya begitu ingat langsung di tulis aja. Makanya ke mana-mana selalu bawa buku catatan. Namanya juga seniman. Inspirasi bisa datang kapan aja dan di mana saja. Dan aku selalu memanfaatkan moment kapanpun aku punya kesempatan untuk menulis. Agar suatu saat nanti memoryku bisa terulang di masa yang akan datang. Dan dulu waktu SD juga aku suka mengarang. Makanya besarnya jadi kek begini kali ya. Khayalannya entah kemana2. Kalian aku aja ke dalam imajinasiku. Namanya juga Seniman ya kan. Punya dunia nya sendiri. Kalau di bilang aneh ya biar aja. Semua punya imajinasinya masing-masing. Aku cuma mencoba menjadi diriku sendiri aja. Masalah orang mau ngerti apa enggak ya urusan mereka. Bagiku selama itu tidak merugikan orang lain. Hajar aja bang do. Semangat. Abg saya yang ajarin itu. π€. Terima kasih bang pandji pragiwaksono yang sudah banyak mengajarkanku banyak hal. Belum lagi harus melawan rasa malas dan mood. Waduh, bisa panjang urusannya. Ya gitu lah hidup. Untuk bisa sukses kita harus melawan rasa malas dan disiplin. Ingat selalu tidak orang yang berhasil jika ia malas. Ini dunia yang kau suka ya kau jalani. Selagi kita happy ngejalaninnya dan tidak merugikan orang lain. Ingat selalu itu gais. Jangan malu untuk menjadi dirimu sendiri. Persona loe gw loe gw itu juga Positioning. Untuk berbeda dari yang lainnya. Ingat selalu "Sedikit lebih beda lebih baik dari pada sedikit lebih baik"
Uda ahh capek klarifikasi mulu uda kayak artis. Emang gw siapa. Hahaha
Dari tadi mau lanjut gak lanjut....
Selasa, 16 februari 2021
Hari ini aku bangun lebih cepat dari biasanya, dan hari ini jadwal ku kosong gak tau mau ngapain gk ada konten juga. Eh pas uda mau di jadwalkan buat istirahat di rumah mati lampu seharian. Dari pagi lagi. Sampai detik ini, sekarang pukul 13.25. Aku duduk di sebuah kafe yang gk jauh dri rumah. Mencari wifi, dan sumber daya listrik untuk mengecas baterai hape ku yang low bat. Lumayan lah skalian olahraga juga. Awalnya niatku mau yang di sebelah rumah aja. Eh pas aku sana tutup. Sembari aku melanjutkan weekly journal ku karena aku sedang keranjingan menulis. Getol-getolnya berkarya, mumpung masih bisa mumpung masih ada kesempatan. Aku manfaatkan waktuku sebaik mungkin untuk tetap produktif. Karena seharian kemaren aku sibuk nge-vlog dan bikin konten podcast. Belum lagi harus nemenin nyokap. Karena gw uda janji sama diri gw sendiri untuk nemenin doi, jagain doi.
Kamis, 16 feb 2021
Wih geram kali hati ini rasanya. Pengen ngetweet. Sengaja awak seharian ini abis paket emang belum sempat ngisi. Liat postingan si kawan. Yang mau... Aduh. Lek sorry ya... Gimana aku bilangnya samamu. Nanti kalau aku ngetweet sakit hati, tersinggung. Bayar utang mu lek, 1 juta paling ada. Bukannya banyak kali. Aku cuma minta hakku. Lahir batin gk ikhlas aku. Kalau kau gak balekin itu duit iya. Janji kau mau kau urusin ktp ku sampek sekarang uda jadi ktpnya. Batang idung kau gak nampak. Aku uda malas mintanya. Makanya ku sindir-sindir aja di sosmed. Lagakmu itu wih... Da danau toba mau kau sewa bah. Bayar utang gak bisa. Bukan aku gak mau minta langsung. Uda capek bro. Kalau si kawan ketua xxx itu orang susah. Lagian gk levelku juga. Sorry... Hokage lawan Hokage juga. Kau anak kemaren sore. Uda lah ku ikhlasin aja. Biar Tuhan yang ngasi teguran samamu. Karena aku tau kau orang susah. Di didik dari gak tau apa2 di "rumah"itu...aduh nanti jadi riya lagi.astagfirlullah alazim. Kirim salam sama si gondrong itu ya. Jangan banyak gayanya bilang. Pokoknya klen aduh. Cemanalah bilangnya ya. Aku cuma mau bilang sama klen 2.jangan karena tingkah klen jadi rusak silaturahmi ku sama abang2ku di komunitas itu yaa... Aku tetap respect sama sesepuh2 itu. Cuma mau bilang itu aja.
Kalau yang 2 itu uda lah. Aku ngerti. Kau ini.... Otakmu dimana? Heran aku samamu. Uda di sindir gitu pun gak sadar. Lagian urusan orang itu 2 gak ada urusannya samamu. Kompak pula klen berkomplot di situ membenam aku ya. Wih dah.... Untung aku masih inget Tuhan. Biar lah Tuhan yang balas. Aku buat blog ini, biar gk sampah kali mulutku di sosmed itu. Payah sekarang ini... Gak bisa lagi mau ngetweet sembarangan. Uda lah malas dosa aja kalau bahas kelen iya gedek sendiri aku. Ku lampiaskan di blog ini lah. Nanti jadi apa pula di gak di keluarkan. Sabar kan hamba ya Allah amiin. Banyak-banyak istigfar aja lah do. Sementara dunia ini.

Komentar
Posting Komentar