daily jurnal 4 November 2020
Hari ini aku ke kampus lagi untuk melengkapi berkat pengajuan berkas sidang, aku sampai di kampus tepat pukul 12.00 seperti biasa bangunnya kesiangan lgi. Dan akhir2 ini memang aku sulit untuk tertidur tempat waktu aku gk tau bagaimana memperbaiki pola tidur yg baik dan benar. Mungkin besok harus terus memulai lebih pagi lagi. Aku liat di kampus uda mulai banyak yg sidang hari ini, sedang diriku berkas sidang aja belum kunjung terpenuhi masih ada beberapa berkas yg masih harus di lengkapi. Aku jumpa orang biro batas akhir pendaftaran sidang itu hari sabtu 7 November 2020. Setibanya aku di kampus aku harus mengejar tanda tangan dekan dan ketua jurusanku yaitu pak arifin siregar dan bug sansan. Serta ada beberapa berkas lagi yg harus di tanda tangani pak zulfahmi selaku wakil dekan 1 sehubungan dengan nilai remedial ku. Aku harus membuat surat permohonan untuk mencetak ulang hasil KHS remedialku. Ada beberapa file yg hilang pasca perpidahanku yg dulu sempat ngekos dan balek ke rumah lagi. Hal yg harus aku ulangi lagi karena terus mengundang urusan yg harusnya sudah di kerjakan dahulu kala. Alhasil aku menunggu di kantin untuk kedatangan beliau karena harus meminta tanda tangannya baru file tersebut bisa di cetak ulang. Aku pergi ke tempat foto untuk memfoto diriku sebagai persyaratan untuk pengajuan sidang. Biayanya 60 rb untuk pas foto hitam putih 3x4 5 lembar dan 4x6 8 lembar. Hasil fotonya bisa aku Terima besok hari Kamis 5 November 2020.bisa di ambil jam operasional yg baru yaitu mulai dari pukul 10 pagi sampai 16.00 wib. Ya ini bagian dari pengorbanan yg harus di lewati ketika kita ingin meraih syukses. Aku juga gk tau bagaimana hasilnya nnti yg penting aku berjuang aja dulu. Sedikit cerita di hari kemaren setelah aku ibadah sholat ashar aku mendapat ilham baru yg harus menghubungi junior ku sekaligus rekan perjuanganku di kampus dan kopimurah. Yaitu ummu dan ayu. Ya mereka juga sedang proses untuk pendaftaran sidang. Udah lama juga rasanya tidak bercengkerama dengan mereka. Jujur ketika memulainya seperti agak ragu. Tapi kulawan rasa khawatir ku dan ku beranikan diri untuk menghubungi mereka. Alhasil rasa kaku yg aku alami ketika balik lagi ke kampus perlahan mulai pudar. Dan bisa merasakan kembali atmosfer kampus. Untuk berpacu meraih impian bisa sidang dan wisuda di kampus tercinta. Jujur sekarang aku jadi lebih mengenal siapa diriku sebenarnya, dari mana asalku, terutama aku adalah bagian dari keluarga besar fisip umsu. Kata orang ketika kita ingin mencapai sesuatu kita harus mampu membayangkannya dulu. Supaya bisa tercapai keinginan yg ingin kita capai. Pesan setapak demi setapak aku jajal tahapan demi tahapan. Pelan2 tebing yg kurasa terlalu tinggi untuk ku daki perlahan menjadi realistis untuk aku capai. Ku jumpai beberapa kolega dan beberapa junior yg terasa asing melihatku yg sudah setua ini belum taman. Awalnya aku canggung dan sekarang mulai terbiasa dengan tatapan mereka. Bener kata orang. Awalnya yg sulit setelah itu mulai terbiasa dan mencair dengan sendirinya. Sesuatu yg amat sulit aku lakukan untuk di lingkungan ku dan keadaanku sekarang. Pelan2 ku mulai lagi bersilaturahmi dan ku kembangkan lagi sayap patah dan semangat yg dulu membara2 sempat hampir redup dan mati. Pelan2 ku jajaki lagi. Walau tak mudah. Tp aku yakin. Selagi masih ada kesempatan dstu ada jalan.
Ku pesan kopi susu ala kantin kampus yg dulu menjadi jajanan favoritku. Sepintas kadang terlintas pikirkan yg menganggu untuk fokus pada 1 tujuanku yg ingin sidang ini. Jujur bukan tanpa beban aku memilih jalur fokus pada urusan kampus ini. Masih ada urusan lain termasuk bidang pekerjaan yg menjadi korban. Aku juga gk tau bagaimana nnti akhirnya. Mungkin harus ada yg di korbankan ketika kita ingin menuju jalan pada 1 arah. Berjam2 aku menunggu kedatangan WD satuku itu. Ku manfaatkan waktu menungguku dengan menulis jurnal ini sembari me-refresh kembali ingataku kembali mulai dari awal sampai di kampus sampai dengan detik aku menikmati segelas kopi yg ku beli tadi. Dan bila waktu adzan tiba aku pergi ke mesjid kampusku. Karena aku sadar usaha harus di barengi dengan doa meminta kemudahan kepada sang pencipta. Yang maha membolak balikkan hati manusia. Ku ambil beberapa foto moment mereka yg sudah menyelesaikan sidang mereka. Sebagai tanda semangatku bahwa suatu hari nnti aku akan seperti mereka. Smoga saja dalam waktu segera. Karena aku ingin sekali seperti mereka. Agar beban di pundak serta tanggung jawabku pada orang tuaku bisa sedikit berkurang. Begitu senangnya mereka dan teman2nya merayakan keberhasilan teman mereka.sedang aku juga belum tau apakah masih ada temanku nnti yg akan hadir menemani sidangku nnti. Tak apalah klo tak ada pun ya tak apa. Yg penting bisa sidang dan lulus dari kampus ini. Itu sudah cukup bagiku.
Komentar
Posting Komentar