syukuran wisuda #jumatbarokah #Alhamdulillah

Berjalan seorang pria muda
Dengan jaket lusuh di pundaknya
Di sela bibir tampak mengering
Terselip sebatang rumput liar
Jelas menatap awan berarak
Wajah murung semakin terlihat
Dengan langkah gontai tak terarah
Keringat bercampur debu jalanan
Engkau sarjana muda
Resah mencari kerja
Mengandalkan ijazahmu
Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku
'Tuk jaminan masa depan
Langkah kakimu terhenti
Di depan halaman sebuah jawatan
Tercenung lesu engkau melangkah
Dari pintu kantor yang diharapkan
Tergiang kata tiada lowongan
Untuk kerja yang didambakan
Tak peduli berusaha lagi

Liriknya sederhana namun mengena.. Itulah sepengal, lagu yg di nyanyikan oleh sepupu, bisa sebagai pujian sekaligus menjadi cambuk untukku pribadi. Terkesan terlambat, oleh karena studiku yg tak kunjung selesai. Tapi tak apalah. Ini semua proses yang harus di lewati. Berjuang lagi dari awal bangun citra dan bangun jaringan di kota yang dulu pernah aku tinggali lama, kota tercinta kampung halaman pematangsiantar. Alhamdulillah nya tahun ini bisa berkumpul dengan keluarga besar. Pada pulang kampung karena pas lebaran kemaren gk bsa pulang ke kampung halaman di karenakan lockdown dan pandemi. Banyak cerita banyak kisah yang pengen aku tuangkan di blog ini. Hikmahnya jadi bisa menjalin silaturahmi lagi, dengan kawan- kawan dan kolega lama. Karena silaturahmi banyak manfaatnya. Itulah yang selalu di ajarkan oleh orangtuaku. Ini fase yang harus aku lewati, apa yang kita tanam itulah yang kita tuai. Terima kasih ya Allah masih di beri kesempatan dan masih di beri teguran untuk menjadi orang yang lebih baik lagi. 

Dalam jenuh dalam diam ku, aku coba untuk bertahan. Kuat hadapi kenyataan. Dahulu ketika aku berkata dusta orang pun percaya. Tapi kini semua berbeda. Gairahku semangatku yang dulu membara perlahan pupus. Harapku, anganku, citacitaku. Oh Tuhan... Berilah aku kekuatan untuk tetap bisa kuat menghadapi ini semua. Aku Terima semua halangan dan rintangan ini. Berilah kami petunjukmu. Tunjukkan kami jalan yang lurus. Jalan yang engkau ridhai. Maafkan hamba jika dahulu terlalu berlebihan. Terima kasih Engkau masih memberikan kesempatan. Aku tau ini semua jalan yang harus hamba lalui. Meski harus aku jatuh bangun hancur dan terluka hamba siap ya Allah. Bersambung.... 

(Gue tulis beberapa hari kemudian menyempatkan di sela-sela waktu pekerjaan) yang di atas clickbait biar banyak yang baca 🤣🤣🙏😊 #cieekenaprank ok lanjut..... Gimmick dikit biar seru. Selamat melanjutkan membaca...) 

Bukan gue mengeluh atau bagaimana. Tapi gue menyadari banyak hal yang dahulunya gue sepelein, ternyata masih banyak orang lebih menyedihkan hidupnya di banding gue. Hal2 seperti "tarik sis... Semongko" yang selama ini gue nilai itu agak "Alay" Ternyata hal tersebut sangat related ke mereka para buru pabrik, pekerja kasar, kuli bangunan dan semacamnya. Dsni gue belajar banyak nilai2 hidup. Seperti turun langsung ke lapangan mendengarkan keluh kesah mereka. Hidup bareng dengan mereka. Mereka tidak seberuntung kita yang tinggal di kota. Gue jadi banyak bersyukur. Ibadah juga jadi rajin. Bukan termasuk untuk ria ya audzubillahi min dzalik. Semacam riset dan penelitian. Terima kasih Tuhan kadang kita sebagai manusia fakir akan bersyukur. Selalu ada nilai positif dan hikmahnya itu memang benar adanya. Kalau kata orang batak "Always look from the bright side". Mungkin tulisan ini agak gak nyambung sama paragraf di awal2 blog ini. Karena blog ini gue tulis bersambung, beberapa hari setelah baru gue terusin, dan setelah beberapa hari lah gue baru menyadari betapa pentingnya bersyukur dan jangan langsung suudzan terhadap Allah. Atau terhadap siapapun. Mungkin pada saat menerimanya kita gak selalu suka dengan apa yang di kasih. Tapi setelah di jalani, dinikmati dan disyukuri selalu ada makna terkandung di dalamnya. Blog ini juga melengkapi blog gue sebelumnya yang judulnya "Hari terakhir di 2020". Banyak cerita suka maupun cerita duka semua campur aduk. Nah di awal yang baru ini gue mau berusaha jadi orang lebih baik lagi seperti : rajin bangun pagi, sholat 5 waktu khususnya shubuh karena sholat shubuh itu luar biasa manfaatnya. Hal2 yang sangat sulit gue lakukan di medan. Hal2 sederhana yang mungkin orang lain biasa lakukan. Dsni orang jam 12 malam sudah mulai bekerja. Seperti bongkar muatan ikan yang di ambil dari tigaras danau toba. Yang trucknya sudah berangkat dari sore hari di hari sebelumnya. Andai gue punya dokumentasi video, mungkin kalian bisa langsung menyaksikan proses ikan bisa di jual di pasar(Teater of mind) . Ternyata hal2 sederhana yang gak kita syukuri itu sangat dalam maknanya. Semua di proses tahap demi tahap sebelum ikan yang kita makan sehari-hari itu sampai di hidangkan di meja makan kita. Ok gue lanjut prosesnya ya. Setelah truck sampai di sini. Ikan di bongkar di dalam truck menggunakan keranjang lalu di timbang. Namanya ikan nila danau, duri siripnya tajam dan sangat liar ketika di "tanggok" Kalau bahasa Indonesia nya itu kayak di jaring gitu lah gais. Dia mesti di bius dulu ada biusnya khusus untuk ikan sebelum di timbang dan di masukkan ke dalam packingnya. Packing itu berupa plastik ikan lah yg cukup besar di lapis menjadi 2 atau 3 lapisan tergantung total ikan yang di muat. Umumnya sih 10 kg per packing, klo cuma 10 kg sih biasanya hanya menggunakan 2 lapisan packing aja. Nah packing tersebut terdiri dari untuk yang di lapisan pertama kita pakai plastik yang baru. Sedangkan lapisan ke2 biasa kita gunakan plastik yang sudah pernah di gunakan. Tujuannya adalah untuk menghemat karena harga satuan dari plastik tersebut terbilang cukup mahal. Apalagi kita membutuhkan banyak plastik. Seperti yang bou ku bilang packing itu harus di "rakit" Dulu menjadi 2 lapis. Nah di tempat ini itulah tugas dan tanggung jawab utamaku. Menyediakan stock packing sebanyak-banyaknya. Biasanya itu pekerjaan karyawan tranning atau anak bawang istilahnya disini. Kalau di jakarta namanya anak magang. Minimal stock packing itu 300 perhari. Gila bisa di bayangin kan gais. Nah aku bisa ikut tergabung dalam project ini juga bukan tanpa alasan. Awalnya batinku menolak. Masa seorang sarjana kerjanya sama seperti kuli. Apa papa gk malu? Ya emang atas rekomendasi beliau lah gue di "tempah" Mentalnya dsni. Gue terpaksa awalnya ngejalaninnya karena usaha ikan ini adalah usaha bou gue dan anaknya yaitu sepupu gue juga, bg koko sinaga. Ternyata ini maknanya. Ya gitu lah hidup. Makanya jangan langsung men-judge dulu. Mana ada orangtua yang gak sayang sama anaknya. Selalu ia sisipkan doa agar anaknya dapat memetik hikmah dari apa yang terjadi. 

Setelah di packing di isi air dan di masukkan ikan ke dalamnya, lalu packing tersebut di isi oksigen. Supaya ikan yang di jual di pasar masih tetap segar dan bugar. Uda kayak atlit ya kan. Wkwkwk. Lalu setelah semua di packing di muat ke "motor langsir" Ini bahasa sini ya gais... Kalau di bahasa Indonesia kan lebih kepada mobil pengangkut ikan menuju ke pasar. Di muat sesuai pesanan. Nah untuk langganan ikan abangku itu biasanya mengantar ke 3 pasar besar yang ada di kota pematangsiantar : yaitu pajak parluasan, pajak horas dan pajak pagi. Kayak pasar traditional gitu lah gais. 3 pasar ini lah setiap paginya padat akan pembeli. Untuk pajak parluasan dan pajak horas di antar menggunakan motor langsir. Untuk pajak pagi karena paling dekat dengan rumah kami menggunakan becak. Nanti gue fotoin deh becaknya keren banget buatan lokal. Wkwkwk. Setelah truck di bongkar dan muatannya habis apabila ada sisa ikan akan di masukkan ke kolam sementara yang fotonya ada di tumbnail blog gue sebelumnya. Biasanya sih di jual eceran untuk tetangga sekitaran yang pengen beli ikan untuk lauk di rumah mereka. Biasa motor langsir berangkat dari pengampungan paling lama jam setengah 7 pagi. Karena akan di jual ke pasar kalau terlalu lama di antar akan susah jual. Setelah itu baru lah kami istirahat dan sarapan bersama. Well done and good team work. Karyawan di sini sekitar ada 7 orang termasuk gue sendiri. Si anak bawang. Jadi abang gue itu sudah membuka lapangan pekerjaan dan menghidupi 7 orang karyawannya. 

Inti dari blog ini gue pengen sharing adalah tanamkan kejujuran dalam diri. Tetap tau menempatkan posisi ketika kita di atas maupun kita lagi di bawah. Gak perlu gengsi hidup ini sementara gais. Semua cuma titipan. Disini gue banyak belajar nilai kehidupan. Sembari mengisi kekosongan hidup gue yang jomblo dan pengangguran ini. Gue banyak dapat inside baru dan bahan untuk tulisan blog gue. Segini dulu daily journal gue yang bisa gue sharing. Terima kasih semua kepada kalian yang sudah mau baca blog ini. Untuk nama pembaca belum kita kasih nama. Mungkin kalian bisa kasih kritik dan saran. Sahabat super mungkin, atau sobat baca. Gue juga belum tau apa nama yang pas buat kalian. Perasaan uda banyak yang baca do... Do... Do gak papa lah mimpi aja dulu kali aja kesampaian amiin ya rabbal alamiin. Gue pamit undur diri Assalamu'alaikum wr wb. #salamsyukses #bloglawak2 #blogviral

Komentar

Postingan populer dari blog ini

daily jurnal 4 November 2020

from medan with love #YNWA

daily jurnal 1 November 2020 (The meeting)