gemah ripah loh jinawi

Have you ever feeling lost and feeling fool in the same time. Its like you Were border between real life and dream world. Real and unreal. Life but like died. Useless, do know what to do, lost hope, nothing have spirit in yourlife. Just like wanna die, but you have to survive, but when you survive you have no friends and you can share what you feel, what you think and what you want to do of your future. 

I told, after i graduated from university, it is done. But it is not, it just the beginning, the next step of your life. I have no friends, no family. No one in this world. Even myparents. Help but like not help. Accept but like not accept. (Force). 

Today, january 15 2020. I am on the way back to medan. To meet my mom, and finish I have done in there. All of mystuff, history, home in tembung. In process to selling to the other ownership. Even mymachine sewwing. I hope the process will be smooth and success. Bismillahirahmanirahim. Please god... Mudahkan ya Allah, lancarkan. Please show us your right way. The way that you pleased with. I know its hard for me. In the same way I realise there is nothing difficult to you God... 😭😭. Please forgive us, forgive us, oh god the most glorius. indeed we are blind, we are weak, we despise, so please show us your greatness God. 


Kutapaki setapak demi setapak hidup ini, kunikmati setiap moment yang penuh memory setiap seluk beluk rumah yang sudah di tempati sejak tahun 2002, ya aku sekarang tepat berada di ruang tengah rumah tembung yang sedang dalam proses jual beli. Karena hendak rumah ini akan di jual. Rumah yang sudah aku tinggali sejak aku tamat SMA. Yaitu tahun 2010. Mulai aku merantau di sini. Di kota medan tercinta. Karena sebentar lagi orang tuaku akan pindah ke ibukota. Alhamdulillah dia ingin menikmati masa pensiunnya disana bersama anak2nya. Yaitu bella dan chantika. Berhubungi selama ini masih ngontrak di apartemen. Jadi ibuku memutuskan untuk membeli sebidang tanah dan membangun rumah impiannya disana. Ya ibuku seorang janda yang pengen menghabiskan sisa umurnya dekat dengan anaknya. Dana pensiun yang ia peroleh di putuskan untuk membangun rumah untuk anaknya di ibukota. 

Sementara aku juga harus segera memutuskan masa depanku. Untuk tetap berada di medan sendiri. Atau ikut hijrah pindah ke ibukota dan mengadu nasib disana. Aku rasa itu juga pilihan yang tak sulit. Yang sulit adalah ketika aku harus memilih merantau di usiaku yang mungkin sudah tidak mudah lagi. Yang menguatkanku adalah " Tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang terbaik" Papaku juga bilang belum terlambat nak kalau abg emang benar2 ini berubah menjadi lebih baik. Dimana pun abg berada kalau kita tidak disiplin kita tidak akan bisa berhasil." Jadi anggap saja ini fase dimana abg menapaki kembali hidup abang yang sudah selesai di medan ini. Semoga keputusan ku kali ini tepat. Ya Allah bantu hamba dalam melewati ujian ini semua ya Allah. Tunjukkan kami jalan yang lurus. Jalan yang engkau ridhoi ya Allah aamiin. 
Gue kasih judul blog ini dengan nama "gemah ripah loh jinawi " Merupakan semboyan atau motto dari Indonesia sekaligus menjadi motto daerah yang pengen gue kunjungi. Apakah menetap nanti gue disana? Ya belum tau juga. Gue juga masih bingung sama apa yang akan gue buat nanti. Yang jelas untuk saat ini gue pengen kerja. Gue pengen pake titel gue dan ijazah gue yang uda gue dapat hampir 10 tahun lebih itu. Masih kepake gak itu ijazah. Kemana arah angin berhembus ke situ lah gue nanti akan hinggap. Bukan gue nyerah sma keadaan. Tapi inilah jalan yang harus gue ambil di saat channel yang gue punya di sumut ini uda stag. Belum ada yang bisa bantu atau emang sebenernya gue uda coba buat bangun channel lagi disini. Tapi sepertinya "dimana bumi di pijak di situ langit di junjung" Gak berpihak sama gue. Entah karena enggan atau entah karena trauma jika kalau harus bekerjasama lagi dengan mereka rasanya uda gak mungkin. Mungkin ini saatnya gue keluar dari zona nyaman dan dan melalang buana lagi. Buana yang uda lama gak gue singgahi. Buana yang sering gue singgahi tapi hanya untuk sementara. Tidak untuk menetap. Kali ini gue putuskan untuk menetap di buana tersebut. Semoga rencana gue kali ini bisa berhasil dan gue bisa mulai berkarya lagi disana. Namun kali ini dengan motivasi yang berbeda. Kalau kemaren mungkin mengejar cinta. Tapi kali ini sepertinya cinta itu belum enggan untuk gue singgahi. Jadi kali ini gue berangkat dengan bermodal asa dan pengen merubah nasib. Eh bukan merubah nasib sih. Tapi ia dek. Kita harus tetap optimis. Masa mau jatuh di lobang yang sama lagi. Kita harus yakin. Bismillah pasti bisa. Semoga relasi gue disana masih tetap bisa dan mau nampung gue disana berkarya aamiin ya rabbal alamiin. Do'ain gue teman2, semoga kali ini bisa lancar amiin. 
Di jaman ekonomi serba sulit ini, aku uda berusaha coba untuk bertahan tapi apa yang aku punya saat ini, seperti useless. 


"Ku tuliskan kenangan tentang caraku menemukan dirimu. Tentang apa yang membuatku mudah berikan hatiku padamu." Takkan habis sejuta lagu untuk menceritakan cantikmu....... "

Sebait lagu yang selalu aku nyanyikan padamu ketika lagu itu baru saja release dan lagi Hits - hitsnya. Bahkan lagu itu ku nyanyikan di perayaan anniversary kita 1 tahun, kala itu bertepatan matchday liverpool menang 2 - 1 atas man. City kalau gak salah, masa keemasan dan kejayaan karirku, dan kita lagi romantis - romantisnya. Sengaja aku cuekin kamu 1 harian, semua terjadi begitu aja padahal gak ada perencanaan khusus. Hanya niat dan improvisasi yang selalu aku lakukan seperti biasa dengan aku yang orangnya serba spontan. Waktu itu tempat 1 jam sebelum jam 12 malam, atau pas di hari H malamnya yang memang aku set begitu aja. Aku suruh junior ku untuk membelikan sepotong kue tart yang gk begitu mahal. Kala itu pas sekali ada penyanyi band kafe yang menyanyi lagu tersebut. Langsung aku bergegas pergi ke belakang panggung dan membisikkan kepada salah 1 personel bandnya untuk aku pinjam mic nya sambil menyanyikan lagu tersebut. Dengan secara spontan aku nyanyi lagu tersebut dengan lirik yang belum begitu hapal di bantu dengan penyanyi kafenya ya. Moment special itu memang aku persembahkan khusus untukmu. Begitu spontan begitu pede begitu fighternya aku dulu. Sehingga tidak memperdulikan apapun yang orang lain katakan tentang kita. Yang ku tau adalah memberikan hal terbaik yang aku punya karena kamu selalu mendampingiku dengan cara yang sempurna. Ku raih tanganmu sambil ku pegang sepotong kue tart, dengan lilin di atasnya. Ku liat wajahmu tersenyum tersipu malu walau masih tampak ada wajah kesal di hatimu. Karena aku cuekin kamu. Aku ajak kamu ke suatu tempat yang sebenernya kamu terpaksa untuk ikut karena harus berkumpul dengan teman2ku. Dan moment special itu di saksikan oleh seluruh teman dan kolegaku. Di saat karirku lagi bagus2nya. Walau selama setahun itu kita jatuh bangun membangun kisah cinta kita yang kadang naik dan kadang turun. Begitulah gambaran perjuangku selama setahun memperjuangkan cinta kita. Yang mungkin semangat spirit itu sulit aku dapati kembali. Semoga aku bisa mengulang moment tersebut. Entah dengan dirimu lagi atau dengan wanita yang akan mendampingiku nanti. Siapapun dia semoga memang yang terbaik yang Tuhan berikan padaku. Begitu juga dirimu. Makasih udah pernah hadir dalam hidup aku. Aku senang bisa mengenalmu. Aku tulis blog ini dengan memori full indah tentang moment itu. Di sisa-sisa ingat yang masih membekas samar2 di kepalaku. Tujuanku hanya satu. Mengenangnya sekali dan syukur2 bisa jadi karya yang bagus jika ku muat di blog ini. Sebagai tanda aku pernah memilikimu dan pernah berjuang untukmu. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

daily jurnal 4 November 2020

from medan with love #YNWA

daily jurnal 1 November 2020 (The meeting)