daily jurnal 3 nov 20.tragedi + waktu = Komedi. kampus coffee
Hari ini selasa 3 November 2020 seperti biasa aku menuju kampus untuk mengambil sertifikat kompri dan pengajuan berkas2 sidang. Jujur aku agk minder dengan adik2 angkatanku. Yg mereka sudah memasuki proses sidang sedang aku masih harus menuju pintu pendaftaran sidang dulu. Jujur gk mudah aku sendiri tiada teman yg menemani di angkatanku. Aku harus berfoto untuk berkas sidang pas photo hitam putih 3x4 5 lembar dan 4x6 8 lembar. Dan banyak lagi hal ribet yg harus di penuhi dari berkas pengajuan sidang. Aku check tunggakan uang kuliahku hampir 5 juta lebih. Aku bingung aku gundang tak tau harus berbuat apa. Alhasil aku negosiasi dengan pihak kampus karena sepanjang tahun lalu tepatnya tahun 2019. Aku cuti kuliah selama setahun buah dari hasil aku tidak mengikuti perkuliahan dan tidak melaksanakan kewajibanku selayaknya mahasiswa. Dan lebih memilih untuk menunda semuanya dan melalaikan tugasku. Untuk skripsi saja akhirnya aku harus meminta bantuan temanku. Teman yg aku percaya untuk mengerjakan skripsi yg tak kunjung ia tetapi janjinya. Sungguh aku sangat sakit. Janji tinggal janji. Dan banyak lagi janji pribadi yg ia janjikan. Sebagai teman aku kecewa. Teman yg bertahun2 aku kenal berjuang bersama sampai hati mengingkari janji. Itulah pelajaran hidup pahit yg harus aku lewati sebagai bagian dari proses. Jujur aku kesal aku marah. Tp apa daya. Aku cuma manusia biasa yg tak berdaya ada sekarang. Ketenaran dan kepopulerannya aku alami tahun lalu ternyata membuat luka di tahun 2020 ini. Luka yg aku tunda2 dan harus aku obati sekarang jadi lebih sulit di obati karena banyak menunda2 untuk menyelesaikannya. Tp biarlah semua sudah menjadi resiko dan nasi sudah menjadi bubur. Tugasku sekarang adalah bagaimana memperbaiki keadaan dan bangkit dari keterpurukan serta menyelesaikan tugas dan tanggung jawab ku sebagai seorang anak dan seorang mahasiswa. Sebagai baktiku ibadahku untuk diriku sendiri terutama dan orang yg masih perduli dengan ku saat ini. Tak ada gunanya menyesali apa yg telah terjadi. "Jangan jadi korban perasaan" Atas apa yg telah terjadi kita harus bangkit. Ucap seseorang di dalam video yutube yang membangkitkan kembali semangatku. Bahwasanya masih ada orang2 di luar sana yang percaya kalau kau bisa menyelesaikan ini semua. Seperti bg izal kompri, Tri, papa, adik2 ku. Pikirkan apa yg sudah mereka perbuat dan perjuangkan atas dirimu. Untuk dirimu sendiri juga nanti akhirnya jika semua perjuangan ini telah usai. Dan jadi cerita indah yang akan kau ingat selalu dan kau ceritakan pada anak dan cucu nanti. Sedikit lagi do. Ingat selalu pesan papa. Lakukan semua karena Allah, semasa karena ibadah. Insha Allah ada ganjarannya nanti. Mungkin tahun ini bukan tahun terbaik bagimu. Jadi bertahanlah, kuatkan hatimu. Karena pelangi selalu hadir setelah badai besar melanda. Gagal itu pahit,tapi buahnya manis. Dan jangan lupa sholat lah minta pertolongan kepada Allah SWT karena kita manusia biasa. Kita buta kita hina kita gk bisa melakukan segala sesuatunya itu sendiri. Meskipun kau sendiri tak ada seorang pun yang membantumu percayalah Engkau masih Punya Tuhanmu. Yg menciptakanmu. Percayalah Dia sudah mempersiapkan rejeki terbaik untukmu. Kita gk tau kapan. Karena manusia hidup itu seperti kau memanjat tebing, sepintas aku teringat adegan ringgo agus rahman dalam short movie di youtube. Waktu itu adalah uang, terlalu singkat kalau harus di gunakan menyesali yg telah lalu. Jangan jadi korban perasaan. Ingat orang2 yg sudah percaya dan masih mengharapkan kau bisa bangkit dari keadaan terpuruk ini. Jadi kan ini "turning point".Setelah semua orang meremehkanmu. Hijrah lah klo emang sudah waktunya hijrah. Tata hidupmu kembali, susun lagi rancangan masa depanmu. Jangan sampai kau jatuh ke lobang yg sama lagi. Bahkan domba sekali pun takkan terjatuh ke lobang yg sama, kata papa. Masa kita manusia kalah sama doa. Papamu, tulang marah, mama, bunda, dan orang2 yg masih percaya samamu hingga sampai saat ini. Jangan sampai kecewakan mereka. Karena tinggal mereka yg kau punya saat ini. Sebelum menjadi lebih buruk lagi. Jaga sholatmu, itu kuncinya. Ketika kau sudah menjaga sholatmu insha Allah kedepannya udah lebih mudah. Percayalah terhadap dirimu sendiri bahwa masih ada sisa kekuatanmu untuk bangkit dan berjaya kembali. Ok mungkin segini dulu jurnal hari ini. Tetap semangat #salamsyukses 🔥🔥
Komentar
Posting Komentar