daily jurnal 1 November 2020 (The meeting)

moment terbaik selama berkarir di MLC jadi MC di malam puncak grand final liverpool vs totenham dan LFC Akhirnya juarathank you stevie Gselain nobar dan futsal kami juga peduli terhadap sesamaselalu beraksi di manapun dan kapanpun selalu siap berlanjut menjadi seorang komando Chants saat nobar bigmatch selalu mendukung lfc di saat kalah sering apalagi menang #YNWAkegiatan bakti sosial mlc peduli sinabung di bundaran SIB kota medankepengurusan mlc periode 2014-16Journal hari ini. 

Alhamdulillah hari ini banyak cerita yg bisa di ceritakan pada blog saya, campur aduk semua keluh kesah, seneng, semua campur aduk. 

Sedihnya dulu ya di ceritain, jujur hari ini adalah hari yg paling sedih serta mengharukan dimana hari ini di selengarakannya MLC Cup 2020 dimana tahun lalu saya masih mengikutinya sebagai seorang pengurus di komunitas yg sudah membesarkan nama saya yaitu medan liverpudlian community. Sedikit flashback tentang komunitas tersebut adalah berdiri sejak 2010 yg lalu di mana saya bergabung di komunitas tersebut sejak tahun 2013 bulanya saya lupa. Apa yg membuat saya sedih, yaitu di mlc cup ini agenda pertama di setiap tahunnya di mana tradisinya adalah merayakan 1 tahun ulang tahun dari komunitas tercinta dimana di adakan sebuah tournament internal antar sesama member pecinta liverpool di kota medan lebih tepatnya di komunitas tersebut. Jabatan terakhir saya adalah sebagai sekretaris periode 2018-20. Itupun tidak sampai akhir dari masa jabatan. Awal mula saya bergabung adalah sebagai member biasa. Karena sering aktif di kegiatan komunitas tersebut beberapa tahun setelah saya bergabung akhirnya di kepengurusan periode 2014-2016 akhirnya resmi saya di angkat menjadi wakil kordinator divisi nonbar. Sempat terjadi jatuh bangun di komunitas tersebut saya dan tim sempat tidak aktif selama periode 2016-18. Dengan alasan yg tidak bisa saya jelaskan di blog ini. Kalau di tanya kenapa saya cinta dengan komunitas ini karena merupakan pertemanan dan kekeluargaan yg mengawali saya mempunyai banyak teman serta relasi dalam bertumbuh kembang di kota medan ini. kegiatan mlc naik ke puncak gunung sibayak persembahan Steven Gerrard

Berikut adalah beberapa link moment kebersamaan saya selama aktif berkegiatan di komunitas tersebut mulai jadi member biasa, di percaya jadi pengurus, jadi mc setiap kegiatan mlc dan bakti sosial dan titik tersedih saat liverpool kalah vs madrid sampai hingga akhirnya ipul juara. Di tahun 2019. Setelah akhirnya lfc juara liga champions di musim berikutnya lfc juara liga domestic yg akhirnya di tunggu2 fansnya selama kurang lebih 30 tahun. Walau sempat ada insiden "juara Give away" Di karenakan covid 19 pada akhirnya lfc ttep juara di tahun 2020. Dan menjadi puncak berakhirnya saya sebagai seorang pengurus mlc. Dan serta mengubur mimpi saya untuk menjadi ketua di periode selanjutkan di karenakan saya sendiri dan memang Tuhan punya kehendak lain untuk saya agar saya menyelesaikan studi saya yaitu mahasiswa jurusan ilmu komunikasi umsu 2014 yg sebelumnya saya sempat berkuliah di Stik-p Sekolah Tinggi ilmu komunikasi pembangunan dengan jurusan yg sama pula pada tahun 2011. Ya Tuhan lebih tau apa yg kita butuhkan bukan apa yg kita inginkan. Jujur di tahun ini tidak ada pencapaian apapun di dalam hidup dan karir saya... Sangat berbeda dengan tahun lalu di mana LFC juara dan pekerjaan saya sebagai seorang wirausahawan bidang konveksi mengalami penglonjakan yg sangat drastis walau harus mengorbankan mimpi saya di tahun tersebut untuk tamat kuliah. Semua pasti ada hikmahnya. Insya Allah di tahun ini pencapaian saya bisa terkabulkan karena memang fokus saya tahun ini bisa wisuda karena memang sudah terlalu lama saya tunda. Kadang memang harus ada yg di korbankan ketika kita memilih jalan yg lebih baik. Semua pasti ada hikmahnya dan ini emang fase di mana saya bisa introspeksi diri dan lebih mengenal siapa diri saya. 

Itu tadi sedikit cerita flashback tentang kehidupan saya di komunitas tersebut dan alasan kenapa saya sedih. Dan di bagian terakhir ini saya akan ceritakan moment bersyukur saya dan senang saya yaitu saya bahagia dan harus akhirnya saya bisa menemukan jalan saya pulang kembali meskipun sedikit tertatih karena memang saya me refresh ulang mimpi dan kehidupan saya. Menampar keras dan membangkitkan kembali asa saya untuk tetap terus berjuang hidup dan memulai kembali membangun mimpi saya mulai dari nol lagi. Dan saya lebih menjadi diri saya sendiri secara pribadi. Mulai dari bertemu kembali dengan papa yg udah lama tidak bertemu sekaligus memperkenalkan teman wanita saya juga bertemu secara langsung dengan orang tua saya. Sekaligus sebagai lambang kebangkitan dari keterpurukan saya sepanjang 2020 ini. Dimana jatuh bangun saya membangun usaha yg saya jalani selama kurang lebih 3 tahun berjalan. Di tahun ini stag penjualan di karenakan wabah covid ini. Tetapi seperti yg sudah saya bilang di awal, selalu ada hikmah di balik peristiwa besar. Hikmahnya adalah saya bisa jadi lebih fokus menatap kehidupan pribadi saya, yaitu perkuliahan saya dmana di tahun2 sebelumnya saya selalu mengabaikan kehidupan pribadi saya dan lebih fokus kepada kehidupan sosial saya ( makanya lama tamat kuliahnya karena sibuk mikirin komunitas dan pekerjaan) sehingga membuat saya lalai akan prioritas hidup dan kewajiban saya sebagai seorang anak yaitu berbakti kepada orang tua dan menyelesaikan tanggung jawab saya sebagai seorang anak yaitu wisuda. Mungkin segini dulu jurnal pribadi saya pada hari ini. Dimana di harap saya dari sini kedepannya insha Allah saya akan lebih aktif menulis blog karena memang kegiatan saya yg sudah banyak jauh berkurang. Oleh karena itu, di sela kesibukan saya yg banyak nganggur ini saya jadi lebih banyak waktu untuk menulis blog mudah2an bisa lebih bermanfaat dari pada hanya sekedar rebahan dan tidak produktif. Akhir kata saya ucapkan Terima kasih yg sudah membaca sampai ketemu di jurnal pribadi selanjutnya. #salamsyukses

Komentar

Postingan populer dari blog ini

daily jurnal 4 November 2020

from medan with love #YNWA